Eco-Enzyme



Good Morning!

Selamat hari minggu readers 🌅


Seperti janjiku sebelumnya, aku akan share tentang pembuatan eco-enzyme dan manfaatnya dari hasil pencarian dan pengalamanku yang masih super singkat ya. InsyaAllah aku akan update selama proses dan hasil dari bikin eco-enzyme (EE) ini (cek IG-ku @izzassi). 


Jadi pertama kali tau tentang EE dari mba @fanggraini yang habis adain kegiatan edukasi di suatu desa. Pas dengernya jadi mikir: 

“oh ya? semudah itu?” 

Langsung aja ingin coba buat. Waktu itu cuma keinget pengalaman gagal bikin kompos 😢 (kok bisa? next time aja kuceritain ya) jadi gagal juga ngolah sampah organik di rumah. 



Sampah Organik

Oh ya, sebentar.. aku jelasin dulu kenapa perlu olah sampah organik. 

Suka ngeh ngga sih kalo jumlah sampah organik kita itu lebih banyak daripada sampah plastik? 

Kalo permasalahan sampah plastik adalah sulit terurai jadi butuh waktu lama dan mencemari lingkungan. Nah, sampah organik juga punya permasalahan jumlahnya yang sangat banyak, mudah terurai sih, tapi kalo buangnya campur sama banyak hal terus dibuang gitu aja di TPS numpuk terus dia akan menghasilkan gas metana. Gas metana ini salah satu GRK yang kuat, lebih kuat 80x dalam hal pemanasan dan lebih mudah terurai dalam jangka yang lebih pendek dari CO2. CO2 bertahan di atmosfer sekitar ratusan hingga ribuan tahun baru memunculkan dampaknya (walaupun ini tetap jadi concern ya), tapi hanya butuh sekitar satu dekade untuk gas metana terurai (UNEP, 2021). 


Data Sampah Organik

Balik lagi ke sampah organik. Coba kita tengok ke data dulu. 

Bisa dilihat ya, ini aku ambil dari SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional), kalo di tahun 2021 komposisi sampah kita berdasarkan jenis sampah itu yang sisa makanan 27.6%, diikuti kayu/ranting/daun 11.9%, kertas/karton 12.4%, baru kemudian plastik 15.5%. 





Bisa dibilang, dua jenis sampah di awal itu masuk kategori organik bukan? 

Kayu dan ranting kan susah olahnya... 

Ok, untuk saat ini, coba ambil daunnya dulu untuk diolah bareng sampah organikmu, ya. Bisa jadi pupuk kompos bareng sampah organik lainnya 😊


Kemudian, komposisi sampah berdasarkan sumbernya itu 45.9% dari rumah tangga looh. Coba… kalo ga mulai dari rumah sendiri gimana… 



Tips Awal Pilah Sampah

Sekarang udah paham ya urgensi kenapa harus mulai mikirin sampah di rumahmu? Sebelum ke EE, ada beberapa tips yang bisa kamu terapin secara simultan, tapi yang paling penting adalah kontinyu/istiqomah. 

  1. Coba diperhatiin pas belanja, jangan sampai beli barang-barang secara berlebihan. Mulai tanemin mindset untuk berhemat, daur ulang barang yang ada di rumah, space itu mahal dan catet keperluan yang mau dibeli supaya ngga impulsif pas belanja hehe. 
  2. Pilah sampahmu. Mulai dari yang sederhana dulu: organik dan non organik. Nanti secara bertahap bisa ditingkatin lagi: organik, food waste, plastik, karton/kertas, kaca, dsb. Inget, yang penting kontinyu/istiqomah. Perihal banyak banget tantangannya dan ga lancar itu hal yang biasa.
  3. Olah sampahmu. Pake prinsip 3R aja. Nah, olah sampah yang organik ini bisa kamu buat:
    1. Kompos (banyak banget macemnya dari yang tertutup, perlu disiram, bokashi, EE)
    2. Bahan bersih-bersih natural (EE, citrus vinegar) 


Kenalan dengan Eco-Enzyme, Yuk!

Oke, sekarang kita jelasin tentang EE ya. 

Jadi, EE ini dikenalkan sama Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand. EE dibuat dari campuran sayuran/kulit buah, gula, dan air. Gampang banget kan? Yang perlu diperhatikan, komposisi sampah sayur/kulit buah dengan gula dan air adalah 3:1:10. Jadi, misalkan kamu punya sampah 300 gr, maka perlu gula 100gr dan air 1000ml. 




Setelah itu, dicampur dan dimasukkan di tempat tertutup selama 3 bulan. Di minggu pertama, kamu perlu perhatiin hari 3-7 karena akan ada reaksi yang menghasilkan gas. Jadi, kamu perlu buka dan tutup lagi paling tidak 2-3x sehari. 




Di minggu kedua, dia akan lebih sedikit gasnya jadi ngga terlalu sering bukanya. Dalam bulan pertama, baunya akan seperti tape karena proses fermentasi (menghasilkan alkohol). Dalam bulan kedua, baunya lebih ke asam karena menghasilkan asam asetat. Nah, selanjutnya dia akan terus melakukan proses pemecahan dan membentuk enzim secara alami.

Kata Dr. Rosukon, EE ini bisa disimpan selama bertahun-tahun, loh! 

Semakin lama periode simpannya maka semakin kecil molekulnya dan ini akan memiliki penetrasi yang lebih baik (Jelita, 2020). 


Sampah apa aja yang bisa digunakan?

Inget, cuma sayur-sayuran dan kulit buah ya. Jangan campur sama sisa makanan atau sayur dan buah yang kena minyak. 


Kegunaan Eco-Enzyme

Setelah 3 bulan, larutan EE disaring. Nah, untuk larutannya kamu bisa pakai untuk banyak hal (akan kujelasin setelah ini). Sementara ampas EE bisa kamu buat campuran EE dengan sampah yang baru atau kamu cacah dan campur ke tanah untuk jadi pupuk. 


Untuk cairan EE ini banyak banget fungsinya:

  1. bahan pembersih natural
  2. penyegar ruangan, terutama toilet
  3. pembersih buah
  4. sabun cuci piring
  5. pembersih serbaguna (bersihin kompor, kaca, dsb) (sumber: sustaination)
  6. detergen
  7. softener
  8. pupuk cair
  9. membantu menjernihkan air sungai/air laut
  10. bersihin mobil/motor
  11. ngepel lantai
  12. disinfektan (sumber: sustaination)
  13. cairan untuk detox (sumber: sustaination)
  14. pembersih kandang binatang
  15. sabun buat binatang 


Cara Penggunaan Eco-Enzyme

Setelah 3 bulan, Eco-Enzyme kamu siap untuk dipanen. Aku sendiri belum pernah karena baru saja mulai. Sudah ngga sabar sebetulnya 😅 Kamu bisa gunakan resep di bawah berikut yang aku ambil dari beberapa website:




Aku saranin banget kamu cek website ini: https://www.enzymesos.com/what-is-eco-enzyme/how-to-use-eco-enzyme


FYI!

  • Dari proses katalisis EE akan melepaskan gas O3 yang dapat mengurangi CO2 di atmosfer dan logam berat yang memerangkap panas di awan.
  • EE akan mengubah amonia menjadi nitrat (NO3) yang merupakan hormon dan nutrisi alami buat tanaman. Selain itu akan mengubah CO2 menjadi CO3 yang baik untuk tumbuhan laut dan kehidupan laut.
  • Penggunaan detergent yang kurang ramah lingkungan bisa bikin lapisan lemak gitu yg nempel di saluran pembuangan, nah EE ini bisa dipakai buat bersihin itu. 
  • Kombinasi sayur dan buah yang makin kompleks akan bagus untuk EE dijadikan pupuk. Sementara untuk bersih-bersih bisa pakai kulit buah yang segar seperti jeruk.
  • Ketika kamu campur kulit buah dan buah lerak untuk EE, hasilnya nanti akan bisa langsung jadi sabun loh (aku pengen coba ini). 


Gimana setelah 1 bulan buat Eco-Enzyme?

  • Alhamdulillah hampir tiap minggu aku bikin EE. Biasanya setelah pulang dari pasar, sampah organik aku masukin ke komposter dan di weekend aku buat EE nya. 
  • Pakai botol atau wadah yang ada dirumahmu ya, jangan beli yang baru (tapi kalau ngga muat lagi bisa beli baru 😂 aku akhirnya beli jurigen besar). Menurutku paling praktis pakai botol karena kamu bisa cek gasnya sudah banyak atau belum dari tekan-tekan botolnya. 
  • Kulit buah dan sayur bisa kamu kumpulkan dulu dengan cara di freezer.
  • Pilih sayur dan kulit buah yang ngga terlalu banyak airnya, katanya bisa jadi berlendir hasilnya.
  • EE yang bagus itu ada lapisan putih (biofilm) pas awal fermentasi. Kalo warnanya aneh atau ada binatang muncul ditambahin gula. 
  • Gula yang dipakai baiknya bukan gula putih ya karena udah melalui proses pemutihan jadi kurang baik untuk proses fermentasi. Bisa pakai gula cokelat, gula aren, molase, dsb.
  • Untuk kulit buah seperti pisang ketika fermentasi akan menghasilkan gas yang cukup banyak. Jadi, kamu perlu 2-3x sehari untuk buka tutupnya. Kalau ngga, nanti bisa meledak 😨. Aku sempat tutup botolnya retak terus baru ngeh pas besoknya cek udah ada putih-putih gitu. Jadi, setelah aku perbaiki tutup botolnya selanjutnya aku tambahkan gula aren ke EE supaya mulai lagi proses fermentasinya.


  • Kalau kamu males/sibuk untuk cekin EE nya, kamu bisa gabungkan selang sama tutup botol terus masukkan selangnya ke air, nanti gasnya akan keluar melalui gelembung di air itu. Lebih aman.
  • Saran dari mba @fanggraeni kalo jangan lupa diaduk/dikocok ya. Supaya lebih menyatu, katanya. 

Sekarang aku sudah punya 7 macam EE di rumah. Cuma tinggal perlu bersabar nunggu hasilnya 😁



Aslinya, kalo kita udah bisa buat EE ini dan biasa manfaatin bayangin kita bisa jauh lebih hemat, bantu ningkatin kualitas air yg bermuara ke sungai, dan ubah lifestyle jadi lebih baik dan ramah lingkungan. Yuk, sama-sama kita olah sampah di rumah 😊



Happy weekend! 



Sumber:

https://www.greenpeace.org/malaysia/story/3227/diy-garbage-enzyme-learn-a-new-skill-during-the-mco/

https://maitreyawira.ac.id/content/pendidikan/78-eco-enzyme-dan-pencapaiannya-yang-luar-biasa-dalam-bidang-pertanian-

https://www.enzymesos.com/what-is-eco-enzyme

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/aksi/mitigasi/implementasi/303-mengurangi-emisi-gas-rumah-kaca-grk-melalui-pakan-ternak

https://www.washingtonpost.com/climate-solutions/2021/02/25/climate-curious-food-waste/

https://www.theguardian.com/news/2021/sep/04/how-food-waste-is-huge-contributor-to-climate-change

https://sustaination.id/bahaya-sampah-organik/

https://www.youtube.com/watch?v=OLTpOW4Soow

https://sustaination.id/manfaat-dan-cara-membuat-eco-enzyme-di-rumah/

https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/eco-enzyme/

https://waste4change.com/blog/eco-enzyme/


Komentar

Postingan Populer