An-Najm: My New Family
Assalamualaikum,
Guten Tag, Buenas Tardes, Annyeong!
Sudah lama ngga mampir ke sini dan meng-update tulisan nih. Semoga temen-temen semua yang baca selalu dalam lindungan Allah SWT dan dimudahkan segala urusannya. Amin!
Q: Wah, ada yang beda nih?
A: Sebenernya sih ngga ada yang beda. Tapi kalo baca-baca post di blog ini dari yang sebelum-sebelumnya, i bet u'll find something different with this post. Tapi ingatlah: menengok kebelakang sesekali itu baik, tapi kalo sering nah baru patut dipertanyakan. Karena yang paling penting itu masa sekarang dan masa yang akan datang.
Q: Superb! Tapi ada apa dengan judulnya yah?
A: Mau cerita sedikit nih keluarga baru yang ada di nangor. Yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan kebajikan :)
Semuanya berawal semenjak pertama pakai kerudung. Alhamdulillah udah dapet hidayah dari Allah SWT, walau terkadang agak menyesal kenapa ya ngga dari dulu dapet hidayahnya… tapi percayalah semua yang terjadi itu adalah rencana terbaik untuk kita dari-Nya.
Saat pertama pakai kerudung, gue belum nemu apa urgensi dan keharusan berhijab. Yang waktu itu terpikirkan cuma: pengeeeeeeeeeen banget pakai kerudung, ngga tau kenapa. Sempet beberapa kali ragu karena belum punya pengetahuan agama yang banyak. Tapi, saat itu sahabat menyemangati: "Sambil menyelam minum air. Ngga apa-apa, nanti dicari terus ilmunya sembari jalan". Then, gue menetapkan hati dan niat yang lurus. Alhamdulillah udah dua tahunan memakai kerudung dan luar biasa manfaatnya.
Lantas, Apa itu An-Najm?
Jadi, saat baru masuk ke kehidupan kampus, di fakultas gue diwajibkan untuk mengikuti mentoring agama islam. Saat itu gue merasa menemukan salah satu sumber wawasan dan ilmu pengetahuan tentang agama, jadi gue antusias banget. Tapi, grup mentoring gue kurang aktif dan terjadilah suatu insiden yang sebaiknya disamarkan demi kepentingan bersama :) . Nah, setelah selesai program mentoring pun gue belum nemu lagi sumber wawasan dan ilmu tersebut sampai akhirnya datanglah tawaran mentoring lanjutan atau semacam liqo. Alhamdulillah, gue nemuin tempat baru untuk mencari ilmu. \m/
Jujur, waktu itu gue ngerasa agak malu dengan identitas diri yang memakai kerudung tetapi ilmu agama belumlah cukup banyak *no offense* (tapi alhamdulillah hal tersebut ngga pernah ngebuat gue terbesit untuk lepas kerudung). Makanya gue memberanikan diri buat daftar dan ikut menlan. Masyaallah, mentornya jempol deh! :D
Dengan background seperti itu, gue tiba-tiba ditunjuk jadi ketua nya diantara temen-temen yang luar biasa. Satu sisi minder nya ga bisa ditutupi tapi lagi-lagi gue meyakinkan diri kalau ini semua pasti ada sesuatu yang bisa diambil pelajarannya. Jadilah gue menantang diri sendiri: jangan mau kalah dengan label itu. Kalau bisa kualitas diri tingkatkan dan lebihi label tersebut *prinsip*.
Sampai lah saat gue dikasih PR buat cari nama kelompok menlan itu. Karena pengetahuan bahasa arabnya masih cetek, dan ngga tau kenapa pengennya bahasa arab. Alhasil gue ambil dari salah satu surat di Al-Qur'an, An-Najm yang berarti bintang.
Ternyata, An-Najm bukan hanya sebuah nama kelompok, tapi juga menjadi keluarga baru di tengah kesibukan kampus Jatinangor tercinta.
Mau mengutip Hadits Riwayat Hakim yang selalu jadi hadits favorit temen gue:
Buat gue, semua manusia butuh waktu istirahat dalam setiap kegiatan duniawi yang menyita waktu. Dan waktu istirahat itu bisa kita gunakan untuk mengisi rohani kita loh, dengan tilawah, shalat dhuha, ikut kajian, dll. Percayalah, itu semua ngga sulit kok. Hanya syeitan yang membuat itu semua berat dan sulit untuk dikerjakan.
Jadi ingat materi menlan minggu lalu, pertama kalinya kita bahas tentang tafsir surat An-Nas. Di dalam surat An-Nas, dijelaskan mengenai kita harus menyembah Allah SWT dan kenapa kita harus menyembah Allah SWT. Dari ayat 1-3 surat An-Nas dijelaskan sifat-sifat Allah yang tertera dalam tiga kata di setiap ayatnya: Rabb, Malik, dan Illah. Sedangkan ayat 4-6 surat An-Nas menjelaskan tentang kenapa kita harus menyembah Allah melalui penjabaran demi terhindar dari kejahatan syeitan. Nah, syeitan ini selanjutnya dijelaskan juga sifatnya, apa yang dikerjakannya, dan melalui perantara apa hingga dapat melakukan kejahatan. Dari sifatnya, syeitan itu (pandai) bersembunyi, kemudian yang dikerjakannya adalah membisikkan kejahatan, dan perantaranya adalah jin dan manusia. Sehingga memang tugas syeitan untuk membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia dan jin dengan kepandaiannya bersembunyi.
Pesan yang paling gue inget adalah "Kerjakan hal yang memang beraaaat sekali untuk dikerjakan (dalam hal kebaikan). Pada dasarnya yang berat itu justru pahalanya lebih besar. Yang lebih mudah itu mungkin cenderung penuh dengan maksiat. Karena kemudahan dalam melaksanakan kemaksiatan itu memang keinginannya syeitan".
So, sama dengan kita yang ingin melakukan kebaikan dengan memakai kerudung, atau sholat lima waktu atau kebaikan lainnya. Memang langkah awalnya pastilah sangatlah beraaaat sekali untuk dikerjakan. Tapi jangan lupa kalau pahala besar menantimu.
Ingatlah, segala hal yang kita lakukan itu sebenarnya bentuk dari bibit yang kita tanam untuk nantinya kita petik buahnya di akhirat.
Semoga post ini bisa memberi banyak manfaat buat yang membaca. Karena maksud hati hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman.
Sampai jumpa lagi!
¡Adiós!
Guten Tag, Buenas Tardes, Annyeong!
Sudah lama ngga mampir ke sini dan meng-update tulisan nih. Semoga temen-temen semua yang baca selalu dalam lindungan Allah SWT dan dimudahkan segala urusannya. Amin!
Q: Wah, ada yang beda nih?
A: Sebenernya sih ngga ada yang beda. Tapi kalo baca-baca post di blog ini dari yang sebelum-sebelumnya, i bet u'll find something different with this post. Tapi ingatlah: menengok kebelakang sesekali itu baik, tapi kalo sering nah baru patut dipertanyakan. Karena yang paling penting itu masa sekarang dan masa yang akan datang.
Q: Superb! Tapi ada apa dengan judulnya yah?
A: Mau cerita sedikit nih keluarga baru yang ada di nangor. Yang senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan kebajikan :)
Semuanya berawal semenjak pertama pakai kerudung. Alhamdulillah udah dapet hidayah dari Allah SWT, walau terkadang agak menyesal kenapa ya ngga dari dulu dapet hidayahnya… tapi percayalah semua yang terjadi itu adalah rencana terbaik untuk kita dari-Nya.
Saat pertama pakai kerudung, gue belum nemu apa urgensi dan keharusan berhijab. Yang waktu itu terpikirkan cuma: pengeeeeeeeeeen banget pakai kerudung, ngga tau kenapa. Sempet beberapa kali ragu karena belum punya pengetahuan agama yang banyak. Tapi, saat itu sahabat menyemangati: "Sambil menyelam minum air. Ngga apa-apa, nanti dicari terus ilmunya sembari jalan". Then, gue menetapkan hati dan niat yang lurus. Alhamdulillah udah dua tahunan memakai kerudung dan luar biasa manfaatnya.
Lantas, Apa itu An-Najm?
Jadi, saat baru masuk ke kehidupan kampus, di fakultas gue diwajibkan untuk mengikuti mentoring agama islam. Saat itu gue merasa menemukan salah satu sumber wawasan dan ilmu pengetahuan tentang agama, jadi gue antusias banget. Tapi, grup mentoring gue kurang aktif dan terjadilah suatu insiden yang sebaiknya disamarkan demi kepentingan bersama :) . Nah, setelah selesai program mentoring pun gue belum nemu lagi sumber wawasan dan ilmu tersebut sampai akhirnya datanglah tawaran mentoring lanjutan atau semacam liqo. Alhamdulillah, gue nemuin tempat baru untuk mencari ilmu. \m/
Jujur, waktu itu gue ngerasa agak malu dengan identitas diri yang memakai kerudung tetapi ilmu agama belumlah cukup banyak *no offense* (tapi alhamdulillah hal tersebut ngga pernah ngebuat gue terbesit untuk lepas kerudung). Makanya gue memberanikan diri buat daftar dan ikut menlan. Masyaallah, mentornya jempol deh! :D
Dengan background seperti itu, gue tiba-tiba ditunjuk jadi ketua nya diantara temen-temen yang luar biasa. Satu sisi minder nya ga bisa ditutupi tapi lagi-lagi gue meyakinkan diri kalau ini semua pasti ada sesuatu yang bisa diambil pelajarannya. Jadilah gue menantang diri sendiri: jangan mau kalah dengan label itu. Kalau bisa kualitas diri tingkatkan dan lebihi label tersebut *prinsip*.
Sampai lah saat gue dikasih PR buat cari nama kelompok menlan itu. Karena pengetahuan bahasa arabnya masih cetek, dan ngga tau kenapa pengennya bahasa arab. Alhasil gue ambil dari salah satu surat di Al-Qur'an, An-Najm yang berarti bintang.
Ternyata, An-Najm bukan hanya sebuah nama kelompok, tapi juga menjadi keluarga baru di tengah kesibukan kampus Jatinangor tercinta.
Mau mengutip Hadits Riwayat Hakim yang selalu jadi hadits favorit temen gue:
Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati.Dan gue setuju banget sama isinya. Di dalam An-Najm, gue menemukan teman-teman yang disebut hadits tersebut :') .
Buat gue, semua manusia butuh waktu istirahat dalam setiap kegiatan duniawi yang menyita waktu. Dan waktu istirahat itu bisa kita gunakan untuk mengisi rohani kita loh, dengan tilawah, shalat dhuha, ikut kajian, dll. Percayalah, itu semua ngga sulit kok. Hanya syeitan yang membuat itu semua berat dan sulit untuk dikerjakan.
Jadi ingat materi menlan minggu lalu, pertama kalinya kita bahas tentang tafsir surat An-Nas. Di dalam surat An-Nas, dijelaskan mengenai kita harus menyembah Allah SWT dan kenapa kita harus menyembah Allah SWT. Dari ayat 1-3 surat An-Nas dijelaskan sifat-sifat Allah yang tertera dalam tiga kata di setiap ayatnya: Rabb, Malik, dan Illah. Sedangkan ayat 4-6 surat An-Nas menjelaskan tentang kenapa kita harus menyembah Allah melalui penjabaran demi terhindar dari kejahatan syeitan. Nah, syeitan ini selanjutnya dijelaskan juga sifatnya, apa yang dikerjakannya, dan melalui perantara apa hingga dapat melakukan kejahatan. Dari sifatnya, syeitan itu (pandai) bersembunyi, kemudian yang dikerjakannya adalah membisikkan kejahatan, dan perantaranya adalah jin dan manusia. Sehingga memang tugas syeitan untuk membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia dan jin dengan kepandaiannya bersembunyi.
Pesan yang paling gue inget adalah "Kerjakan hal yang memang beraaaat sekali untuk dikerjakan (dalam hal kebaikan). Pada dasarnya yang berat itu justru pahalanya lebih besar. Yang lebih mudah itu mungkin cenderung penuh dengan maksiat. Karena kemudahan dalam melaksanakan kemaksiatan itu memang keinginannya syeitan".
So, sama dengan kita yang ingin melakukan kebaikan dengan memakai kerudung, atau sholat lima waktu atau kebaikan lainnya. Memang langkah awalnya pastilah sangatlah beraaaat sekali untuk dikerjakan. Tapi jangan lupa kalau pahala besar menantimu.
Ingatlah, segala hal yang kita lakukan itu sebenarnya bentuk dari bibit yang kita tanam untuk nantinya kita petik buahnya di akhirat.
Semoga post ini bisa memberi banyak manfaat buat yang membaca. Karena maksud hati hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman.
Sampai jumpa lagi!
¡Adiós!
Komentar
Posting Komentar