Petik Hikmah dari Buku Api Tauhid
Assalamualaikum, selamat sore☺
Bonjour!
Alhamdulillah akhirnya kemarin selesai baca buku Api Tauhid karya kang abik (Habiburrahman El Shirazy), saya langsung ingin menuangkan perasaan lewat kata-kata tapi sayangnya buku introspeksi diri alias diary :P ngga dibawa ke rumah :’) jadi ingin dituangkn disini aja. Punten…
Pertama kali beli buku Api Tauhid memang agak penasaran karena sering disebut-sebut teman-teman di suatu grup yang alhamdulillah isinya teman-teman yang haus ilmu ☺ Setelah membaca kata pengantar di buku ini, langsung saya niatkan menghabiskan buku ini secepatnya karena saya merasa sangat tertarik dengan kisahnya dan sangat relevan dengan keadaan sekarang. Bayangkan saja, seseorang yang sangat sholeh dan sangat menjaga kecintaannya kepada Allah akhirnya menikah dengan seorang wanita yang sholehah juga tapi ternyata telah terpengaruh cara berpikir dan bergaul sekarang. Kok bisa? Penasaran kaaan :D makanya beli dan baca bukunya ☺ Insyallah tidak menyesal untuk investasi ilmu di masa depan.
Tentu awalan diatas itu langsung menampar beberapa sisi yang ada di diri saya. Kemudian tak sadar saya telah tenggelam dalam tiap lembaran kisah yang diuraikan dengan sangat baik oleh kang abik. Saya salut dengan kang abik yang dapat menggambarkan sosok Fahmi, sang tokoh utama, yang sangat membekas di hati saya. Begitu pula dengan sosok ulama hebat Badiuzzaman Said Nursi yang sangat menginspirasi saya. Kisah Badiuzzaman Said Nursi ini begitu hebatnya hingga meruntuhkan tembok-tembok yang menghambat pemikiran akan kondisi dunia sekarang, kondisi umat islam dan penyakit yang menggandrungi umat islam saat ini. Melalui buku ini pula saya dibuat malu oleh kondisi diri saya sendiri akan kelurusan tauhid Fahmi dan Badiuzzaman Said Nursi. Astaghfirullah..
Di dalam buku Api Tauhid, dijelaskan kisah Badiuzzaman Said Nursi dari siapa dan bagaimana kisah orangtua beliau, bagaimana Badiuzzaman Said Nursi di didik oleh kedua orangtua beliau, dan kehausannya akan ilmu di umur yang masih sangat muda sampai-sampai harus jalan dari kota ke kota untuk mencari madrasah untuk ia menuntut ilmu tanpa teman-teman yang mem-bully-nya karena iri akan kecerdasan Badiuzzaman Said Nursi. Tak berhenti disitu, Badiuzzaman Said Nursi adalah ulama muda yang sangat dihormati orang-orang akan wawasan pengetahuanya dan ke-tauhid-annya. Dengan ilmunya itu beliau menegakkan syariat islam dan melakukan dakwah dari kota ke kota dan beliau pun membangun banyak madrasah. Ditengah pemerintahan Turki Utsmani yang terpuruk dan mulai merembesnya paham dan kaum sekuler di pemerintahan tak membuat Badiuzzaman Said Nursi diam begitu saja. Ia melawan dan terus menegakkan syariat islam melalui ajarannya, tulisannya, kritiknya, pidatonya, dan lain sebagainya. Tapi itu semua beliau lakukan dengan cara santun. Bahkan beliau menghormati saudara-saudaranya yang tak berdaya dibawah kaum sekuler tapi beliau juga melawan dengan berani kepada kaum sekuler yang kemudian meruntuhkan kehalifahan turki utsmani, membuat hilangnya cahaya bagi umat muslim karena nantinya akan dihapuskan sistem kekhalifahan dari muka bumi. Jujur disini saya benar-benar meresapi masa kegelapan turki utsmani itu dan sangat sedih rasanya jika saya hidup di masa itu. Tidak boleh membaca Al-Qur’an; pelajaran agama islam di sekolah dihapuskan dan pelajaran mengenai atheis diajarkan; tidak boleh adzan dengan bahasa arab kalau ketahuan akan dihukum bahkan sampai dibunuh; pakaian harus ala pakaian eropa; para ulama ditangkap, disiksa, dipenjara, diasingkan bahkan dibunuh, dan masih banyak lagi. Keteguhan dan kekuatan tauhid Badiuzzaman Said Nursi sangat terasa di dalam buku ini dengan latar belakang seperti itu. Masyallah..
Buku ini merupakan salah satu buku yang berhasil membuat saya ingin sekali kembali dan berada di masa perkembangan islam. Ingin menyicipi masa kejayaan islam. Mundur lagi, ingin berada dan merasakan masa perjuangan khulafaur rasyidin. Mundur lagi, ingin merasakan nikmatnya hidup di jaman Rasulullah. Nikmat? Ya, bagi saya pribadi umat rasulullah yang hidup di masa setelah Rasul wafat.
Semoga saya bisa dengan baik memetik hikmah dari buku ini. Semoga saya bisa mencontoh kelurusan tauhid Badiuzzaman Said Nursi. Aamiin!
Bagi teman-teman, saya sangat merekomendasikan buku ini kepada kalian semua. Tidak akan rugi untuk mengeluarkan uang dan meluangkan waktu untuk buku ini. Insyallah investasi untuk masa depan. Semoga Badiuzzaman Said Nursi selalu dirahmati Allah dan kang abik yang menyampaikan kisah beliau dengan sangat baik mendapatkan pahala yang terus mengalir tiada putus. Aamiin!!
Komentar
Posting Komentar